Akreditasi bukan sekadar angka penilaian, melainkan cerminan kualitas dan kesiapan sebuah perpustakaan dalam melayani, bertumbuh, dan berinovasi. Dalam rangka menghadapi proses reakreditasi berbasis 9 komponen, Perpustakaan UNISA Bandung melakukan studi banding ke Perpustakaan Politeknik Pariwisata NHI Bandung pada 15 Oktober 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perpustakaan UNISA Bandung Rusdan Kamil, M.Hum, Ketua Pelaksana Reakreditasi Nurul Aziza, S.S.I, dan Koordinator Komponen 1 Sri Hastuti, S.Sos. Mereka disambut hangat oleh Kepala Perpustakaan Poltekpar NHI dan tim pustakawan yang juga merupakan penyusun borang reakreditasi di institusi tersebut.
Fokus kunjungan ini adalah memahami proses persiapan dan penyusunan dokumen akreditasi berdasarkan 9 komponen terbaru, menggantikan format sebelumnya yang hanya mencakup 6 komponen. Perubahan ini membawa tantangan baru dalam hal pemetaan data, penyesuaian dokumen, hingga penyiapan bukti dukung.
Dalam diskusi mendalam, kedua belah pihak membahas setiap komponen penilaian, strategi administratif dan logistik, serta format dokumentasi digital dan cetak yang dapat mendukung proses penilaian secara maksimal. Perpustakaan Poltekpar NHI berbagi pengalaman hingga akhirnya memperoleh predikat A (Unggul) dalam reakreditasi mereka sebuah capaian yang menjadi inspirasi sekaligus rujukan.
Melalui kunjungan ini, Perpustakaan UNISA Bandung meneguhkan komitmennya untuk terus belajar, terbuka, dan siap berkembang demi memberikan layanan yang unggul dan terakreditasi. Karena perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan pengetahuan, tetapi tempat di mana kualitas institusi juga diuji dan disuarakan. (Nurul Aziza)
.jpg)
Comments
Post a Comment